KETAHUI 3 HAL INI SEBELUM KAMU BERINVESTASI AGAR TIDAK MENYESAL

Tiga tahun belakangan, tren investasi di Indonesia berkembang cukup pesat. Hal ini ditandai dengan maraknya influencer yang menggaungkan tentang cara dan tips-tips dalam berinvestasi. Bukan hanya itu, investasi juga telah menjadi tema hangat yang cukup sering diangkat dalam sebuah seminar maupun talkshow.


investasi
Source: unsplash.com

Sebelum kamu terjun ke dalam dunia investasi, ketahui 3 hal ini agar kamu tidak menyesal dan bisa lebih berhati-hati, ya!



1. TUJUAN DALAM BERINVESTASI


investasi jangka panjang dan investasi jagka pendek
Source: Unsplash.com

Sebagaimana hidup harus memiliki tujuan, investasi pun juga begitu. Sebelum berinvestasi, cobalah pikirkan terlebih dahulu tentang apa yang ingin kamu capai atau dapatkan melalui investasi. Tanyakan beberapa hal berikut pada dirimu: Apakah kondisi keuanganmu saat ini sudah memungkinkan untuk melakukan investasi? Apakah dengan melakukan investasi tujuanmu akan semakin mudah untuk dicapai? Apakah kamu sudah memiliki pengetahuan yang cukup tentang jenis investasi yang akan kamu lakukan? Apakah investasi merupakan jalan yang layak kamu ambil?


Selain itu, sebaiknya kamu merancang tujuan investasimu untuk jangka pendek dan jangka panjang. Loh, apa sih bedanya?


a. Investasi Jangka Pendek


Investasi jangka pendek merupakan investasi yang berumur kurang dari 1 tahun. Biasanya, investasi jangka pendek digunakan oleh orang-orang yang ingin mengamankan dananya sebelum memulai atau terjun ke dalam investasi jangka panjang. Uang yang ditanamkan dalam investasi jangka pendek umumnya bersifat mudah untuk dicairkan. Investasi jangka pendek ditandai dengan return (hasil investasi) yang cepat namun rendah dan resiko yang kecil. Contoh investasi jangka pendek yang cukup mudah adalah reksadana dan deposito.


b. Investasi Jangka Panjang


Di lain sisi, investasi jangka panjang merupakan investasi yang berumur lebih dari 1 tahun. Biasanya, investasi dengan tujuan jangka panjang digunakan oleh orang-orang yang ingin memiliki penghasilan pasif dan memiliki modal yang cukup besar. Investasi jangka panjang ditandai dengan return (hasil investasi) yang lama namun optimal dan resiko yang cukup besar. Berinvestasi untuk jangka panjang juga memerlukan keahlian dalam analisis yang mendalam agar kamu bisa mengantisipasi resiko tersebut. Contoh investasi jangka panjang yang cukup populer adalah bangunan/tanah, emas, dan saham.



2. JENIS-JENIS INVESTASI


jenis-jenis investasi
Source: pexels.com

Buat kamu yang masih pemula dalam berinvestasi dan belum memiliki pengalaman, ada baiknya untuk mempelajari jenis-jenis investasi terlebih dahulu. Mulailah mencari tahu dari bentuk investasinya, bagaimana cara berinvestasi di jenis tersebut, berapa return (hasil investasi) yang akan didapatkan, apa saja keuntungan hingga resiko yang mungkin akan didapatkan.


Nggak perlu khawatir, kamu bisa mulai berinvestasi dari jenis investasi yang familiar atau yang kamu kenali terlebih dahulu. Setelah mahir, kamu bisa mencoba jenis investasi yang lain. Jenis-jenis investasi yang cukup sering direkomendasikan adalah reksadana, deposito, peer to peer lending, emas, properti, obligasi, dan saham.



3. RESIKO DALAM BERINVESTASI


resiko investasi
Source: pexels.com

Hal yang tidak kalah penting lainnya agar kamu tidak menyesal adalah mempelajari resiko dalam berinvestasi. Biasanya, jenis investasi yang memiliki return rendah akan memiliki resiko yang rendah pula, begitupun sebaliknya. Kalau kamu mau berinvestasi tapi masih takut dengan resiko yang akan kamu hadapi, kamu bisa memulainya dengan menggunakan produk-produk keuangan beresiko rendah. Produk-produk keuangan beresiko rendah yang sering digunakan adalah tabungan emas, deposito, reksadana pasar uang, dan reksadana saham.


Kalau kamu udah mengetahui 3 hal ini, nggak perlu khawatir lagi deh untuk terjun ke dunia investasi.


Baca juga: 10 CARA AGAR KAMU BISA SEGERA MENCAPAI KEBEBASAN FINANSIAL

21 views0 comments

Recent Posts

See All